Nuffnang

Penaja

Khamis, 20 Februari 2014

Luka Yang Sedekad Berdarah

 Prihatinkah Kita?


Di dekad baharu ini,
Kita masing-masing
Masih
Berlainan mimpi seketiduran,
Bangun ke arah selisihan,
Bicara langsung tak seingatan.

Di dekad baharu ini,
Walau bibit-bibit
Ingin bangkit
Menyekak rapat kefahaman
Mematikan langkah
Untuk telingkah
Namun
Masih juga tak mampu
Disembunyikan
Retak-retak lama
Rompong-rompong dahulunya
Yang comot bertampalan
Yang sonsang berbetulan
Kekal merekah
Reput terus menyambung rosak
Tak dapat di tempelkan lekat
Dengan janji-janji berahi
Tentang kesefahaman.
 Inikan pula ingin bersama
Menyinsing lengan
Meramas sama
Menyeluk alang
Ke dasar permasalahan sejagat
Sedang ragu dalam diri
Tentang sendiri
Masih berceranggah
Membantai remuk
Kepercayaan
Dan
Kepura-puraan kepercayaan.

Di dekad baharu ini,
Luka dekad lalu
Masih tiada siapa
Yang ingin mengubati
Dibiar mengalir
Satu demi satu
Mangkuk yang terisi
Darah yang tak sempat beku
Tak berganti
Melimpah mencari
Saki baki isi biar kontang
Kerna
Tiada siapa menghirau.

Luka lalu
Yang telah sedekad lamanya
Tak terucap
Pedih parahnya
Masih lagi menanti
Adiwira
Seikhlas rasa
Tertanggung di jiwa
Yang ingin benar merasa
Kesaktian
Cinta
Bukan pada hakikat
Terselindung
Makna tersirat
Beribu tahun lama dijanjikan
Kalam tuhan termateri.

Luka ini
Bertitis darahnya
Yang tak akan beku
Selamanya
Masih lagi mengalir
Walau silih bergilir
Untuk terus merasa
Degupan
Kita yang saling
Tak malu mengaku
Sama.

Untuk penyudahan kisah
Sedekad lalu
Yang tragis
Mendatang dekad baharu
Yang tak pasti bertangis
Kita,
Yang masing-masing
Yang masih
-Berlainan mimpi seketiduran,
-Bangun ke arah selisihan,
-Bicara langsung tak seingatan,
Adakah akan
Terus membiarkan?

 Tasik Damai
Sungai Besi
18-19 Februari 2014



Catat Ulasan

Nuffnang

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

AddThis