Nuffnang

Penaja

Selasa, 25 Mac 2014

Damailah, Redhalah


Setelah derai tangis
Yang tak kunjung hilang
Dalam menanti
Dari awal hingga ke detik penentuan
Setiap deru berita
Yang mendatang jengah
Singgah ke telinga
Benar dan palsu
Degup jantung yang seketika
Kencang,
Tenang,
Terhenti,
Dan
Kencang semula
Tak terkeluar bicara
Terkunci rasa
Terkurung suasana
Pilu sedih
Yang tak terbicara.

Semua bernyawa
Sama merasa
Hilang yang sama dicari
Jumpa yang sama digali
Walau ramai yang meragui
Kesamarataan keajaiban
Di penghujung mimpi awal realiti.
 
Menanti keajaiban
Yang telah semakin lama
Semakin malap sinarnya
Pasrahlah
Untuk mereka
Yang masih bersama
Memberi kenangan indah
Membawa pahit pengalaman
Tetap jua akan pergi
Walau duduknya
Hanya sejengkal jauh dari kita.

Percayalah,
Setiap hela nafas yang merintih
Dalam kepasrahan
Merelakan ia
Damai
Di sisi tuhan
Walau basah kesejukan
Jauh di dalam kegelapan
Di sebalik terumbu dan pasir lautan
Ia ditelan
Tanpa sempat mengucapkan
Selamat tinggal
Tetap ia berada
Dalam pelukan
Kasih tuhan
Yang lebih bermanfaat
Dari degup yang ingin dikembalikan.

Pasrahlah,
Kenangan dan pengalaman
Dalam tawa keriangan lepas
Melilitkan kita sama
Dalam rasa sedih hilangnya
Tak mungkin bergantian.

Damailah,
Sesudah kering
Lautan duka ini
Walau tahu tak semudah itu datangnya
Tenang memilu
Kenangan dan pengalaman lepas
Tetap utuh bersepadu
Menanti akan dituruti jua
Suatu masa
Akan diberi sempat
Untuk dipertemu.

Yakinlah,
Kita bersama
Walau berlainan rasa pahitnya
Untuk merelakan
Ia berlalu...
Redhalah,
Dengan ketentuan
Yang Memiliki Segala Upaya dan Kuasa.
 
Yakinlah,
Kita bersama
Walau berlainan akal bicaranya
Untuk merelakan
Ia pergi...
Damailah,
Dengan ketenangan
Yang Memiliki Segala Kasih dan Penyayang.
 
Kampung Sungai Sekamat
Kajang
24 Mac 2014
 
 
Catat Ulasan

Nuffnang

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

AddThis